
ASBAK band bukan nama baru di blantika musik Tanah Air. Selama kurang lebih 3 tahun berkarier, ASBAK telah mencatatkan sejumlah lagu-lagu romantis seperti “Membuatmu Cinta Padaku”, “Ternyata Salah Mengenalmu”, dan “Cara Mencintaiku”.
Bergabung dengan NAGASWARA di tahun 2010, ASBAK merilis ulang album “Membuatmu Cinta Padaku” (2010), dan “Bila” (2011). Tahun 2011 ini menjadi tahun yang sarat makna bagi sepanjang perjalanan karier ASBAK. Setidaknya, di tahun ini ASBAK sempat bongkar pasang personil, termasuk 2 kali ganti vokalis. Meski demikian, oleh para personilnya, tahun ini juga dianggap sebagai momen kebangkitan ASBAK.
“Inilah formasi ASBAK terbaik dan paling solid. Selanjutnya kita percaya bisa menghasilkan karya-karya yang lebih,” ujar Capoenk, gitaris sekaligus motor penggerak ASBAK sejak awal.
Formasi baru, semangat baru. ASBAK saat ini diawaki oleh Abbo (vokal), Chapoenk (gitar), Gondray (bas), Gupis (drum), dan Cepi (keyboard). Untuk itu, ASBAK langsung memperkenalkan single terbaru mereka yang berjudul “Tak Terpilih”. Menarik dicatat. Single ini diciptakan oleh produser NAGASWARA Rahayu Kertawiguna, Capoenk, dan Arthur (vokalis ASBAK yang pertama). Single ini memang menjadi “sesuatu” bagi ASBAK. Makanya diperlukan treatmen khusus untuk lagu terbaru mereka, dengan karakter khas Abbo. Abbo adalah mantan vokalis SEPTEMBER band.
Karakter vokal Abbo sangat berbeda dengan warna suara Arthur. Jika sebelumnya lagu-lagu ASBAK dikenal lewat vokal Arthur yang ngepop, maka Abbo justru berada pada level pop alternatif. Menurut Capoenk, warna ASBAK dengan vokal yang dimiliki Abbo inilah yang diharapkan sejak membentuk band ini. Abbo dengan karakter vokalnya yang serak, juga memberi sedikit rasa rock dalam single “Tak Terpilih”.
Namun secara keseluruhan, “Tak Terpilih” dengan vokal Abbo, tidak membuat ASBAK lari dari gaya bermusik mereka. Yang pasti, single ini masih tetap lekat dengan sentuhan rock & roll pada gitar, plus hentakan drum yang progresif. Konsep inilah yang coba dikolaborasi secara baik oleh para personil ASBAK. Ide-ide kreatif Capoenk dan rekan-rekannya ini yang membuat ASBAK kuat secara musikalitas, dan lagu-lagu mereka tetap diingat orang.
“Kehadiran Abbo membuat ASBAK lebih segar. Meski demikian, ASBAK tetaplah band dengan warna musik yang sama bagi penggemarnya,” jelas Capoenk.
ASBAK didirikan pada 13 Januari 2008 oleh Capoenk cs saat masih duduk di bangku SLTA. Sebelum digaet oleh label mereka yang pertama, ASBAK dikenal sebagai band yang paling rajin mengikuti berbagai festival. Tak salah jika ASBAK memiliki banyak penghargaan atas keseriusan mereka dalam bermusik. Salah satu hal menarik dari band ini adalah nama ASBAK yang dipilih sebagai nama band mereka. Kenapa harus ASBAK yang notebene berarti tempat abu rokok? Dan para personil ini selalu punya keyakinan untuk menjawab pertanyaan tersebut.
“Kata orang bijak, don’t judge the book by it’s cover. ASBAK bisa diartikan dalam nilai komersil yang banyak dicari orang. Selain itu, gabungan kata ‘AS’ juga bermakna ‘kartu kuncian’, dan ‘BAK’ adalah tempat penampungan. Jadi ‘ASBAK’ bisa berarti ‘tempat penampungan karya-karya terbaik’,” ujar Capoenk. (PR)